Tampilkan postingan dengan label moral diukur?. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label moral diukur?. Tampilkan semua postingan

31 Januari, 2009

Moral pun ada ukurannya

"... Dalam pusat kota Rhodos, ibu kota pulau Yunani dengan nama sama, sekarang beridiri sebuah patung untuk menghormati warga pulaunya dari zaman kuno itu. Di bawah patung itu terukir kata-kata Yunani metron ariston yang berarti 'ukuran adalah yang terbaik'. (Boleh dicatat, kata meter kita berasal dari kata Yunani metron ini.)

Peribahasa ini diwarisi kepada kita sebagai pandangan Kleobulos yang membuat dia tergolong orang bijak. Tetapi yang menarik, kata-kata ini tidak menyuarakan suatu pendapat pribadi orang Rhodos ini. Serentak juga kata mutiara ini merumuskan suatu ciri khas kebudayaan Yunani kuno pada umumnya. Dan sukses semboyan ini dalam kalangan Yunani di kemudian hari hanya dimengerti, karena mereka mengakui di sini suatu kunci identitas kebudayaan Yunani.

Berpegang pda ukuran tidak saja merupakan norma atau cita-cita yang diharapkan menandai perilaku manusia, tetapi sudah merupakan kenyataan yang berhasil diwujudkan dalam dunia jasmani...

Secara khusus kriteria ukuran itu berlaku untuk tingkah laku moral. Dalam segalanya yang kita lakukan harus kita berpegang pada ukuran. Barangkali semboyan Kleobulos tadi terutama dimengerti oleh masyarakat Yunani dalam konteks tingkah laku moral ini....

Bangsa Yunani kuno memberi kontribusi besar kepada peradaban dunia di kemudian hari. Dalam hal tahu ukuran pun kita masih dapat belajar dari mereka, khususnya dalam konteks perilaku moral. Tidak perlu kita menganut suatu radikalisme, untuk menjalani kehidupan moral yang baik. Tidak perlu kita menghindari semua perbuatan berisiko. Kita boleh saja terjun dalam lalu lintas kendaraan, asal tahu ukuran dan tidak ngebut. Kita boleh saja menikmati makanan, minuman, rekreasi asal berpegang pada ukuran. Dalam semua situasi ini dan dalam banyak hal lain lagi berlaku kearifan Kleobulos 'ukuran adalah yang terbaik'...

(K. Bertens, Sketsa-sketsa Moral, Yogyakarta, Kanisius, hlm 181-183)